Teamwork via Pixabay.com

Generasi millennial atau generasi Y merupakan generasi yang berisi orang-orang yang lahir antara tahun 1981-1994 atau sebelum tahun 2000. Generasi millennial ini juga merupakan usia produktif sekaligus konsumen yang sangat mendominasi pasar saat ini.

Generasi millennial juga lebih memilih smartphone dibandingkan TV. Smartphone bener-bener enggak bisa lepas dari tangan. Masih inget istilah Nomofobia kan? Yaitu suatu sindrom ketakutan jika terpisah dengan smartphone kita. Selain itu, generasi ini juga seperti memiliki sebuah keharusan yaitu memiliki sosial media. Percaya deh, yang enggak punya sosial media lama kelamaan akan tersisih dari dunia per-swag-an pergaulan temen-temen lo.

Namun, kabarnya generasi millennial juga memiliki kelemahan, yaitu merupakan generasi yang over confident. Generasi ini juga sering merendahkan generasi terdahulu. Enggak inget? Coba deh instropeksi diri ketika ngajarin bokap nyokap make smartphone. Selain itu, dengan adanya sosial media yang kita punya, kita terkoneksi dengan banyak orang, namun kita hanya menjadikan mereka sebagai audience. Ya kali bro.
Terus bagaimana cara kita memanfaatkan era digital ini sebaik-baiknya?
Sebetulnya internet itu semacam Scenius, kata Mas Austin Kleon. Jadi scenius merupakan sekumpulan atau kelompok orang yang memiliki minat yang sama. Scenius bukan untuk menunjukkan seberapa hebat  atau seberapa berbakatnya lo, tapi apa kontribusimu. Kontribusi bisa berupa gagasan, pendapat, percakapan dengan anggota scenius sehingga terjalin hubungan yang berkualitas. Jadi di dalam scenius, kita bebas berpendapat, mengusulkan ide saling diskusi dan sebagainya.
Karena di sini gue nulis, gue suka main ke scenius yaitu Katanium. Gue bisa nemu berbagai genre tulisan sehingga ide-ide buat nulis lancar banget. Ada tulisan yang menggelitik dari orang pinter seperti mas Bogi di Katanium. Ada juga tulisan dari mas-mas yang sering bikin ketawa ngakak macam Mas Ilham ini. Seperti yang udah diceritakan oleh Austin Kleon, di dalam scenius enggak ada penjaga gawang, penjaga pintu ataupun editor. Karena kita semua di dalam scenius bisa jadi editor, pembaca, pembelajar dan lain sebagainya. 
Di Katanium ini gue juga sering beradu argumen dengan Mas Bogi, minta pendapat dari Mas Arif dan Mbak Septiology. Tak jarang pula gue juga diskusi dengan Mas Ilham yang super lucu itu. Untuk menghasilkan karya yang bagus, enggak salah kok berkonsultasi pada yang lebih ahli atau expert. Apalagi mereka juga bisa kasih pendapat buat karya kita.
Sekarang, apa kontribusimu? It’s time to show your work!

12 thoughts on “Hey Millennial, It’s Time To Show Your Work!”

  1. Kalau boleh bilang, Justin dkk adalah geng Katanium yang merupakan scenius kece berat. Punya minat yang sama dan suka saling berbagi. Berbagi pendapat, opini, saran, dan eyel-eyelan, kalau yang aku baca dari post ini. 🙂

    Dan kalau boleh bilang lagi, mungkin aku juga punya scenius. Grup Line WIDY. Minat kami sama, dan yang paling sama dari kami adalah kami sama-sama suka candaan mesum. Hehe. Hehe. Hehe.

    *ditampol Justin*

  2. bener banget tuh jus.. kok jus??, manggilnya gimana sih? jadi kek minuman..

    kita emang harusnya bisa manfaatin era digital ini dengan baik, tapi sayangnya kebanyakan dipake gk bener

  3. Gua generasi millennial yang suka panji milenium. Hehe..

    Kayaknya emang sekarang makin banyak anak muda yg bikin karya2 cihuy ya. Salah satunya anak2 katanium.

    Dan, yg gua bingung ini manggilnya namanya gimana ya, Jus, Tin, Tina, Land, or something? Help me.. 🙁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *